Description
Deskripsi
Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki karakter kuat beriringan dengan kompetensi yang tinggi, yang tumbuh dan berkembang melalui proses pendidikan. Oleh sebab itu, pendidikan karakter merupakan ruh dan dimensi utama pelaksanaan pendidikan. Pendidikan yang tidak mampu melahirkan profil lulusan yang berkarakter merupakan pendidikan yang “gagal”.
Betapa tidak, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Nampak jelas arahan Sistem Pendidikan Nasional (SPN) menyiratkan bahwa esensi substansi pendidikan adalah keutuhan karakter yang terintegrasi dengan kecakapan intekektual dan dimensi keterampilan secara holistik. Karena itu, keutuhan karakter melalui proses pendidikan merupakan amanat konstitusi yang wajib ditaati.
Buku ini menjadi bacaan yang mengantar pembaca, terkait pendidikan karakter dengan pendekatan yang bebeda, yakni berbasis spiritual. Persoalan ini diangkat mengingat situasi sosial masyarakat kita saat ini, sudah saatnya pendidikan karakter, terlebih berbasis spiritual dikaji dan diimplementasikan secara sistematis, utuh, dan menyeluruh di sekolah atau madrasah. Tak ayal lagi, buku ini layak Anda miliki.
Profil Penulis
Dr. Jisman Majid S.Ag M.Pd.I adalah Ketua Tim Kurikulum dan Evaluasi Pendis Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara dan Dosen pada Universitas Nahdlatul Ulama (UNUTARA) Maluku Utara. Jejak rekam kiprahnya dalam organisasi Pendidikan dan kemadrasahan begitu Panjang. Peranannya dalam organisasi Pendidikan dan kemadrasahan terbaru adalah sebagai Ketua Wilayah Punggawa Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Provinsi Maluku Utara (2022-2027).






Reviews
There are no reviews yet.